KEPUASAN KERJA
Kepuasan
kerja merupakan bagian dari sikap dan persepsi seseorang terhadap pekerjaannya.
Seseorang akan merasa puas apabila dia mendapatkan hasil dari pekerjaannya itu
sesuai dengan harapan yang
diinginkan. Dari hasil pekerjaan itu kemudian muncul sikap dan persepsi yang
ditunjukkan dengan semangat yang tinggi dalam bekerja, maka kepuasan
kerja guru terjadi karena ada
penyebabnya, terutama karena kepemimpinan kepala sekolah dan komunikasi
interaktif antar warga sekolah berjalan dengan baik atau tidak.
Seorang
guru yang merasa puas terhadap
pekerjaannya akan menunjukkan sikap bertanggung jawab dan perilaku disiplin positif yang dapat diwujudkan dengan frekuensi
kehadiran tinggi, disiplin mengajar yang bertanggung jawab,
aktif dan kreatif serta inovatif. Sebaliknya seorang guru yang merasa tidak puas terhadap tugas-tugasnya akan menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak
bertanggung jawab dan dapat dilihat
dari rendahnya disiplin dan kinerja serta komunikasi yang terjalin. Oleh
kartena itu kajian kepuasan kerja dapat direfleksikan melalui sikap positip atau
negatip yang dilakukan seorang guru terhadap pekerjaannya. Guru akan
merasa tidak nyaman jika dibohongi, diperlakukan tak adil. Jika kondisi ini
dirasakan maka kenyamanan bekerja akan pudar. Sebaliknya jika guru diperlakuan
layak sebagaimana mestinya oleh pimpinan maka akan timbul rasa bertanggung
jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan kemajuan organisasi (lembaga
pendidikan).
Individu yang bekerja, termasuk
guru, merasa bahwa dirinya memiliki kemampuan. Kemampuan itu diharapkannya agar
diakui sebagai hal yang berarti untuk organisasi sehingga pengorbanannya tidak sia-sia dan bermanfaat untuk
orang lain. Bagaimanapun juga kemampuan seorang guru, dia selalu akan berharap
agar kemampuan yang telah disumbangkan pada lembaga pendidikan mendapat
penghargaan yang layak. Kalau kemampuan yang dilakukan seorang guru sering
mendapat sambutan dingin apalagi dianggap menyalahi kebijaksanaan, dan mendapat
nilai negatif oleh pimpinan. Maka guru itu tidak akan mau lagi melakukan yang
terbaik untuk lembaga, sebab dalam pemikirannya sudah tertanam suatu kesimpulan
bahwa apapun yang dilakukan tetap tak akan dihargai. Untuk itu penghargaan dari
pimpinan atau pihak lain sangat berarti untuk memotivasi kerja guru.
Dalam
memenuhi kepuasan kerja guru agar sekolah mencapai prestasi yang baik, maka harus diupayakan oleh
unsur-unsur kepala sekolah, guru, siswa, peraturan sekolah, sarana prasarana,
budaya organisasi sekolah, iklim sekolah dan yang lainnya sebagai pendukung
proses belajar mengajar di sekolah.
Kerja menurut kamus W.J.S Purwadaminta, berarti melakukan sesuatu; sesuatu yang dilakukan. Kerja memiliki arti
luas dan sempit, dalam arti luas kerja
mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi
maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan
maupun akhirat, sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang
bertujuan mendapatkan materi. Kerja dibagi ke dalam cabang-cabang lainnya sehingga membentuk satu
kesatuan kerja.
Bekerja menurut Moh. As’ad adalah melaksanakan suatu
tugas dan diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati oleh manusia
bersangkutan. Sedangkan menurut Toto Tasmara kerja adalah segala aktifitas dinamis yang
mempunyai tujuan untuk kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan berupaya
untuk mewujudkan tujuan tersebut serta melahirkan prestasi yang bermanfaat bagi
lingkungannya.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bekerja
adalah segala aktifitas dinamis yang diikat dengan aturan akhlak atau etika
yang dapat dinikmati sebagai bagian dari ibadah, dan bekerja berhubungan dengan kinerja pribadi
sesuai dengan kewajiban dan spesifikasi pekerjaannya serta sistem kerja secara
menyeluruh dalam rangka mencapai tujuan bersama yang sudah ditetapkan yang
ditunjukkan dalam bentuk kepercayaan, kebiasaan, atau perilaku suatu kelompok.
Kata kepuasan berasal dari kata puas merupakan kata sifat,
yang setelah diberi awalan "ke" dan akhiran "an" berubah
menjadi kata benda (nomina abstrak), yaitu kepuasan. Dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia, Poerwadarminta, kata puas berarti merasa senang (lega,
kenyang, dsb), karena sudah merasa
secukup-cukupnya atau sudah terpenuhi hasrat hatinya. Jadi maksud dari kepuasan
ialah perasaan senang. Kata kepuasan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata
satisfaction. Konsep
atau teori tentang kepuasan kerja itu
sendiri menurut para pakar sesuai dengan sudut pandang mereka
masing-masing seperti dijelaskan Indrawijaya bahwa Kepuasan
kerja, secara umum, menyangkut sikap seseorang mengenai pekerjaannya. Davis
dan Newstrom [1]
memberi pengertian kepuasan kerja sebagai berikut:
"Job
satisfaction is a set of favourable feeling with which employees view their
work job satisfaction is a feeling of
relative pleasure or pain ("I enjoy having a variety of task to do ")
that differs from objective thought ("My work is complex ") and
behaviour intentions ("I plan to quit this job in three months ")
".
Meskipun kepuasan kerja adalah suatu yang tak
dapat dilihat tetapi dapat diwujudkan melalui hasil pekerjaan. Kepuasan kerja secara langsung adalah berkaitan dengan kepuasan
batin seseorang terhadap pekerjaan. Kepuasan kerja dapat dirasakan ketika
melaksanakan pekerjan atau sesudah melaksanakan pekerjaan. Greenberg dan Baron yang dikutip oleh Wibowo
menjelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap positif atau negatif yang
dilakukan individual terhadap pekerjaan mereka. Sedangkan menurut
Stephen Robbins, menyatakan bahwa "We've previously define satisfaction
as an individual's general attitude toward his or her job". kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap
pekerjaan seseorang, yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang
diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima. Gibson mengemukakan
kepuasan kerja sebagai sikap yang dimiliki pekerja tentang pekerjaan mereka.
Kepuasan kerja itu dapat dinikmati ketika melakukan pekerjaan dan sesudah
melakukan pekerjaan. Kepuasan kerja yang dirasakan ketika melakukan pekerjaan akan tercermin pada
disiplin kerja, memiliki moral kerja yang tinggi, penuh dedikasi, memiliki
prestasi kerja, memperoleh pujian dalam bekerja. Vecchio menyatakan kepuasan kerja sebagai
pemikiran, perasaan, dan kecenderungan tindakan seseorang, yang merupakan sikap
seseorang terhadap pekerjaan.
Yohannes
Basuki mengemukakan tentang kepuasan kerja adalah: "job satisfaction is
the degree to which on individual feels positively or negatively about the
various face, of the job task the work setting and relationship with
co-workers". Kepuasan kerja adalah suatu tingkatan yang mana individu
merasa positif atau negatif tentang berbagai segi dari tugas kerja, pengaturan
kerja dan hubungan dengan sesama karyawan. Menurut Kreitner dan Kinicki, kepuasan kerja merupakan respons affective
atau emosional terhadap berbagai segi pekerjaan seseorang.
Definisi tersebut menunjukkan bahwa job satisfaction bukan
merupakan konsep tunggal. Seseorang dapat relatif puas dengan salah satu aspek
pekerjaan dan tidak puas dengan satu atau lebih aspek lainnya. Menurut Spector [2]bahwa “job
satisfaction is simply how people feel about their jobs and different aspects
of their jobs. It is the extent to which people like (satisfaction) or dislike
(dissatisfaction) their jobs”. Kepuasan kerja adalah bagaimana perasaan
seseorang terhadap pekerjaannya. Sejauh mana orang menyukai atau tidak menyukai
pekerjaannya. Dari beberapa pendapat
tersebut dapat disimpulkan kepuasan kerja adalah bagaimana sikap seseorang dapat menikmati
kepuasan ketika melakukan /sesudah
melakukan pekerjaannya. Sikap
umum seseorang terhadap
pekerjaan tersebut berhubungan dengan suka atau tidak suka terhadap pekerjaannya, yang ditunjukkan oleh
perbedaan antara jumlah penghargaan
yang diterima/jumlah yang
mereka yakini seharusnya diterima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar