Senin, 05 Maret 2012

MANAJEMEN PENDIDIKAN : KEPUASAN KERJA


KEPUASAN KERJA
Kepuasan kerja merupakan bagian dari sikap dan persepsi seseorang terhadap pekerjaannya. Seseorang akan merasa puas apabila dia mendapatkan hasil dari pekerjaannya itu sesuai dengan harapan yang diinginkan. Dari hasil pekerjaan itu kemudian muncul sikap dan persepsi yang ditunjukkan dengan semangat yang tinggi dalam bekerja, maka kepuasan kerja guru terjadi karena  ada penyebabnya, terutama karena kepemimpinan kepala sekolah dan komunikasi interaktif antar warga sekolah berjalan dengan baik atau tidak.
Seorang guru yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan menunjukkan sikap bertanggung jawab dan perilaku disiplin positif yang dapat diwujudkan dengan frekuensi kehadiran tinggi, disiplin mengajar yang bertanggung jawab, aktif dan kreatif serta inovatif. Sebaliknya seorang guru yang merasa tidak puas terhadap tugas-tugasnya akan menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan dapat dilihat dari rendahnya disiplin dan kinerja serta komunikasi yang terjalin. Oleh kartena itu kajian kepuasan kerja  dapat direfleksikan melalui sikap positip atau negatip yang dilakukan seorang guru terhadap pekerjaannya. Guru akan merasa tidak nyaman jika dibohongi, diperlakukan tak adil. Jika kondisi ini dirasakan maka kenyamanan bekerja akan pudar. Sebaliknya jika guru diperlakuan layak sebagaimana mestinya oleh pimpinan maka akan timbul rasa bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan kemajuan organisasi (lembaga pendidikan).
 Individu yang bekerja, termasuk guru, merasa bahwa dirinya memiliki kemampuan. Kemampuan itu diharapkannya agar diakui sebagai hal yang berarti untuk organisasi sehingga pengorbanannya tidak sia-sia dan bermanfaat untuk orang lain. Bagaimanapun juga kemampuan seorang guru, dia selalu akan berharap agar kemampuan yang telah disumbangkan pada lembaga pendidikan mendapat penghargaan yang layak. Kalau kemampuan yang dilakukan seorang guru sering mendapat sambutan dingin apalagi dianggap menyalahi kebijaksanaan, dan mendapat nilai negatif oleh pimpinan. Maka guru itu tidak akan mau lagi melakukan yang terbaik untuk lembaga, sebab dalam pemikirannya sudah tertanam suatu kesimpulan bahwa apapun yang dilakukan tetap tak akan dihargai. Untuk itu penghargaan dari pimpinan atau pihak lain sangat berarti untuk memotivasi kerja guru.
Dalam memenuhi kepuasan kerja guru agar sekolah mencapai prestasi yang baik, maka harus diupayakan oleh unsur-unsur kepala sekolah, guru, siswa, peraturan sekolah, sarana prasarana, budaya organisasi sekolah, iklim sekolah dan yang lainnya sebagai pendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Kerja menurut kamus W.J.S Purwadaminta,  berarti melakukan sesuatu;  sesuatu yang dilakukan. Kerja memiliki arti luas dan sempit,  dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat, sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang bertujuan mendapatkan materi. Kerja dibagi ke dalam  cabang-cabang lainnya sehingga membentuk satu kesatuan kerja.
Bekerja menurut Moh. As’ad adalah melaksanakan suatu tugas dan diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati oleh manusia bersangkutan. Sedangkan menurut Toto Tasmara  kerja adalah segala aktifitas dinamis yang mempunyai tujuan untuk kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan berupaya untuk mewujudkan tujuan tersebut serta melahirkan prestasi yang bermanfaat bagi lingkungannya.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bekerja adalah segala aktifitas dinamis yang diikat dengan aturan akhlak atau etika yang dapat dinikmati sebagai bagian dari ibadah, dan  bekerja berhubungan dengan kinerja pribadi sesuai dengan kewajiban dan spesifikasi pekerjaannya serta sistem kerja secara menyeluruh dalam rangka mencapai tujuan bersama yang sudah ditetapkan yang ditunjukkan dalam bentuk kepercayaan, kebiasaan, atau perilaku suatu kelompok.
Kata kepuasan berasal dari kata puas merupakan kata sifat, yang setelah diberi awalan "ke" dan akhiran "an" berubah menjadi kata benda (nomina abstrak), yaitu kepuasan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminta, kata puas berarti merasa senang (lega, kenyang, dsb),  karena sudah merasa secukup-cukupnya atau sudah terpenuhi hasrat hatinya. Jadi maksud dari kepuasan ialah perasaan senang. Kata kepuasan  dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata satisfaction. Konsep atau teori tentang  kepuasan kerja itu sendiri menurut para pakar sesuai dengan sudut pandang mereka masing-masing seperti dijelaskan Indrawijaya  bahwa Kepuasan kerja, secara umum, menyangkut sikap seseorang mengenai pekerjaannya. Davis dan Newstrom [1] memberi pengertian kepuasan kerja sebagai berikut:
"Job satisfaction is a set of favourable feeling with which employees view their work  job satisfaction is a feeling of relative pleasure or pain ("I enjoy having a variety of task to do ") that differs from objective thought ("My work is complex ") and behaviour intentions ("I plan to quit this job in three months ") ".

Meskipun kepuasan kerja adalah suatu yang tak dapat dilihat tetapi dapat diwujudkan melalui hasil pekerjaan. Kepuasan kerja secara langsung adalah berkaitan dengan kepuasan batin seseorang terhadap pekerjaan. Kepuasan kerja dapat dirasakan ketika melaksanakan pekerjan atau sesudah melaksanakan pekerjaan. Greenberg dan Baron yang dikutip oleh Wibowo menjelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap positif atau negatif yang dilakukan individual terhadap pekerjaan mereka. Sedangkan menurut Stephen Robbins, menyatakan bahwa "We've previously define satisfaction as an individual's general attitude toward his or her job". kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang, yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima. Gibson mengemukakan kepuasan kerja sebagai sikap yang dimiliki pekerja tentang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja itu dapat dinikmati ketika melakukan pekerjaan dan sesudah melakukan pekerjaan. Kepuasan kerja yang dirasakan ketika  melakukan pekerjaan akan tercermin pada disiplin kerja, memiliki moral kerja yang tinggi, penuh dedikasi, memiliki prestasi kerja, memperoleh pujian dalam bekerja. Vecchio menyatakan kepuasan kerja sebagai pemikiran, perasaan, dan kecenderungan tindakan seseorang, yang merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaan.
Yohannes Basuki mengemukakan tentang kepuasan kerja adalah: "job satisfaction is the degree to which on individual feels positively or negatively about the various face, of the job task the work setting and relationship with co-workers". Kepuasan kerja adalah suatu tingkatan yang mana individu merasa positif atau negatif tentang berbagai segi dari tugas kerja, pengaturan kerja dan hubungan dengan sesama karyawan. Menurut Kreitner dan Kinicki, kepuasan kerja merupakan respons affective atau emosional terhadap berbagai segi pekerjaan seseorang.
Definisi tersebut menunjukkan bahwa job satisfaction bukan merupakan konsep tunggal. Seseorang dapat relatif puas dengan salah satu aspek pekerjaan dan tidak puas dengan satu atau lebih aspek lainnya.  Menurut Spector [2]bahwa “job satisfaction is simply how people feel about their jobs and different aspects of their jobs. It is the extent to which people like (satisfaction) or dislike (dissatisfaction) their jobs”. Kepuasan kerja adalah bagaimana perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Sejauh mana orang menyukai atau tidak menyukai pekerjaannya.       Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan kepuasan kerja adalah bagaimana sikap seseorang dapat menikmati kepuasan ketika melakukan  /sesudah melakukan pekerjaannya. Sikap umum seseorang terhadap pekerjaan tersebut berhubungan dengan suka atau tidak suka terhadap  pekerjaannya, yang ditunjukkan oleh perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima/jumlah yang mereka yakini seharusnya diterima.




[1] John.W. Newstrom, Keith Davis.1997.Organizational behavior. New York: Mc Graw, hal.109.
[2] Spector,1997. Job satisfaction application assessment, caise and consequences, SagePublication, California. Hal.E.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar